Postingan

Pengukuran Sudut TrigonometriPengukuran sudut dengan busur derajat

Gambar
Nama : Dwi Gita Komala Sari  Kelas : X MIPA 3  Absen : 10  Matematika Wajib, SMAN 63 Jakarta  Pengukuran Sudut Trigonometri Pengukuran sudut dengan busur derajat Pengukuran sudut  – Berbicara mengenai pengukuran sudut, mengingatkan kita pada istilah trigonometri. Tahukah kamu apa itu trigonometri? Trigonometri ini merupakan suatu cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga, yaitu sinus, cosinus, dan tangen. Adapun dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu sudut yaitu derajat (⁰) dan radian (rad). Jika satu putaran penuh maka besarnya sudut yaitu 360⁰. Satu derajat didefinisikan sebagai besar sudut yang dibentuk oleh 1/360 putaran penuh, sedangkan satu radian diartikan sebagai ukuran sudut pusat suatu lingkaran yang panjang busurnya sama dengan jari-jari. Untuk mengukur besarnya sebuah sudut maka dibutuhkan alat yang biasa disebut dengan busur. Yuk simak  materi trigonometri tentang pengukuran sudut  berikut ini! Pen...

DWI GITA (10/X MIPA 3) REMEDIAL PTS SEMESTER II

Gambar
Nama : Dwi Gita Komala Sari  kelas : X MIPA 3  Absen : 10  Matematika Wajib, SMAN 63 Jakarta  REMEDIAL PTS MTKW SEMESTER 2  Soal Remedial :  http://lizzanovrida-education.blogspot.com/2022/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Sudut sudut berelasi pada kuadran I II III IV

Nama: Dwi Gita Komala Sari (10) Kelas: X MIPA 3  Rumus Sudut Berelasi Dengan memanfaatkan sudut-sudut relasi, kita dapat menghitung nilai perbandingan pada trigonometri untuk sudut pada kuadran lainnya, termasuk sudut yang lebih dari 360° dan sudut negatif. Sudut Berelasi di Kuadran I Untuk α = sudut lancip, maka (90° − α) merupakan sudut-sudut kuadran I. Dalam trigonometri, relasi sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (90° − α) = cos α cos (90° − α) = sin α tan (90° − α) = cot α Sudut Berelasi di Kuadran II Untuk α = sudut lancip, maka (90° + α) dan (180° − α) merupakan sudut-sudut kuadran II. Dalam trigonometri, relasi sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (90° + α) = cos α cos (90° + α) = -sin α tan (90° + α) = -cot α sin (180° − α) = sin α cos (180° − α) = -cos α tan (180° − α) = -tan α Sudut Berelasi Kuadran III Untuk α = sudut lancip, maka (180° + α) dan (270° − α) merupakan sudut kuadran III. Dalam trigonometri, relasi sudut dinyatakan sebagai berikut : sin ...

Sudut Berelasi

Nama:Dwi Gita Komala Sari (10) Kelas: X MIPA 3  Sudut Berelasi –  Adalah perluasan definisi dasar ilmu trigonometri tentang kesebangunan pada segitiga siku-siku yang memenuhi untuk sudut kuadran I atau sudut lancip (0 − 90° ).     Rumus Sudut Berelasi Dengan memakai sudut-sudut relasi, kita mampu menghitung nilai perbandingan pada trigonometri untuk sudut pada kuadran lainnya, bahkan untuk sudut yang lebih dari 360°, termasuk juga sudut negatif.   Sudut Relasi Kuadran I Untuk α lancip, maka (90° − α°) menghasilkan sudut-sudut kuadran I. Di dalam trigonometri, relasi sudut-sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (90° − α ° ) = cos α ° cosec (90° − α ° ) = sec α ° cos (90° − α ° ) = sin α ° sec (90° − α ° ) = cosec α ° tan (90° − α ° ) = cot α ° cot (90° − α ° ) = tan α °   Sudut Relasi Kuadran II Untuk α lancip, maka (90° + α°) dan (180° − α°) menghasilkan sudut-sudut kuadran II dalam trigonometri, relasi sudut-sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (90° + α ...

Soal konteks tual berkaitan perbandingan trigonometri pada segi tiga siku siku, sudut elevasi dan sudut depresi

Gambar
 Nama: Dwi Gita Komala Sari(10) Kelas:X MIPA 3  KONTEKSTUAL MENGENAI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI PADA SEGITIGA SIKU-SIKU (SUDUT ELEVASI DAN SUDUT DEPRESI) Soal : Sebuah pohon berjarak 130 meter dari seorang pengamat dengan tinggi mata pengamat dari tanah adalah 168 cm. Apabila sudut elevasi yang terbentuk adalah 60° dari mata pengamat ke pucuk pohon, maka tinggi pohon tercebut adalah …. Jawab: Agar mudah dalam menyelesaikan masalah di atas, kita harus mampu mentransformasi setiap kalimat dari perrnyataan di atas dalam sebuah gambaran.   Dik: Jarak pengamat ke pohon: 130 meter Tinggi pengamat: 168 cm = 1,68 meter Sudut Elevasi 60° Dit: Tinggi pohon. Penyelesaian: Pertama.  Buatlah ilustrasinya Kedua.  Buatlah pemisalan agar memudahkan kita dalam mencari perbandingannya Misalkan: Tinggi pohon – tinggi pengamat       =  t Jarak pengamat ke pohon                 = ...

Fungsi lenier

 Fungsi linear Dwi gita komala sari X MIPA 3 Pengertian Fungsi Oke gua tau pasti udah ga sabar buat belajarin rumus fungsi linear, tapi katanya kalau ga kenal ga sayang.. Jadi biar makin sayang, gua kenalin ulang yaa siapa sih si fungsi ini. Definisi Dari fungsi fungsi Adalah Relasi Yang memasangkan SETIAP ANGGOTA di Himpunan A Tepat Ke Satu ANGGOTA Himpunan B. Diinget tuh, SEMUA ANGGOTA Himpunan A Harus ADA Pasangan di Himpunan B. Kalau Himpunan B jomblo mah ga masalah, Yang Penting ANGGOTA Himpunan A Harus ADA Pasangan ya ! Rumus Fungsi Linear Bisa dilihat ya dari gambar di atas gimana contoh dari fungsi. Eh btw dari tadi gua ngomongin himpunan masih di inget kan? Kalau temen-temen udah lupa gapapa juga sih, santai ajaa. Kalian bisa baca dan belajar ulang himpunan di artikel berikut yang ngebahas tentang himpunan sampai sembuh amnesia lu! Daftar isi Fungsi Linier Rumus Fungsi Linear Contoh Soal dan Pembahasan Fungsi Linier Jadi apa sih fungsi linear itu? Secara gampangnya aja, fu...

Contoh soal komposisi

 Contoh soal komposisi Contoh Soal dan Pembahasan Fungsi Komposisi 1. Jika (f o g)(x) = x² + 3x + 4 dan g(x) = 4x – 5. Berapakah nilai dari f(3)? Jawab: (f o g)(x) = x² + 3x + 4 f (g(x)) = x² + 3x + 4 g(x) = 3 maka, 4x – 5 = 3 4x = 8 x = 2 Karena f (g(x)) = x² + 3x + 4 dan untuk g(x) = 3 didapat x = 2 Sehingga : f (3) = 2² + 3 . 2 + 4 = 4 + 6 + 4 = 14 2. Diketahui f(x) = 2x dan g(x) = x-3. Tentukan (g o f)(x). Jawaban: (g o f)(x) = g(f(x)) (g o f)(x) = g(2x) (g o f)(x) = (2x) - 3 (g o f)(x) = 2x - 3